Contoh Cerpen Bahasa Indonesia : Meneruskan Perjuangan Ayah Demi Tanah Kelahiran



Meneruskan Perjuangan Ayah Demi Tanah Kelahiran
         Pada suatu hari di zaman penjajahan, hiduplah seorang anak di sebuah desa kecil yang amat indah, subur dan makmur yang bernama Sultono, dia adalah seorang anak yang lahir dari keluarga sederhana, pekerjaannya sehari-hari adalah membantu ibu dan ayahnyanya yang berprofesi sebagai petani diladang. Ibunya yang bernama Ratih adalah seorang ibu yang sangat baik dan lemah lembut, dia adalah wanita yang sangat menyayangi keluarganya, setiap pagi dia menyiapkan makanan untuk suami dan anaknya. Dan ayahnya yang bernama Suswanto adalah lelaki yang tegas dan sangat bijaksana, tetapi walaupun begitu ia adalah lelaki yang sangat sangat menyayangi keluarganya dan selalu menjaga anak dan istrinya dengan penuh kasih sayang.
         Hingga tibalah pada suatu hari dimana datangnya para penjajah yang licik yang merampas seluruh hasil pertanian dan peternakan yang ada di desa itu, warga desapun melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga demi mempetahankan harta kekayaannya, karena senjata yang dimiliki warga tidak sebanding dengan senjata yang dimiliki oleh para penjajah, akhirnya banyak warga yang mempertahankan harta bendanya itu meninggal, termasuk juga ayah Sultono yang tegas dan bijaksana itu pun meninggal saat mempertahankan harta bendanya. Sultono yang sangat menyayangi ayahnya pun sangat besedih, hatinya seperti terusuk melihat ayahnya yang terkapal berlumuran darah, seorang ayah yang mendidik dan membesarkannya dari kecil hingga ia besar kini telah tiada. Begitupun dengan ibunya yang sangat terpukul melihat suami tercintanya terkapar berlumuran darah.
         Desa kecil yang dulunya indah, subur, dan makmur akhirnya menjadi luluh lanta di hancurkan oleh para penjajah yang serakah. Hari demi hari Sultono menjalani hidupnya dengan penuh kesedihan, setelah beberapa tahun kemudian, Sultono pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah berani, tapi dibalik wujudnya yang gagah itu tersimpan rasa sakit yang mendalam di hatinya, rasa sakit akibat kehilangan seorang ayah yang sangat ia sayangi. Sampai diadakanlah sebuah pendaftaran tentara rakyat untuk melawan para penjajah, mendengar informasi itu, akhirnya Sultono memutuskan untuk mendaftarkan diri untuk menjadi seorang tentara.
         Setelah Sultono mendaftarkan diri sebagai tentara rakyat, kemudian Sultono berlatih dengan sungguh-sungguh, dalam latihannya ia dilatih menembak, bertarung dengan tangan kosong, dan menyamar atau berkamuplase. Setelah beberapa bulan menjalani pelatihan, akhirnya ia lulus dan siap bertugas sebagai tentara untuk melawan para penjajah. Kemudian ia pulang ke desa kelahirannya dan menemui ibunya untuk meminta doa restu kepada ibunya untuk berjuang membela tanah kelahirannya dan meneruskan perjuangan ayahnya yang telah gugur dalam membela tanah kelahirannya.
                                                                                                                                   22/10/2016
                                                                                                                                   AuliaRahman

Komentar